TaniHub memotong rantai distribusi yang panjang, menghubungkan petani lokal langsung dengan konsumen. Petani dapat harga adil, Anda dapat produk segar.
Bayam Organik โ Kebun Pak Slamet, Bogor
Dirancang untuk dua sisi: petani dan konsumen.
Input hasil panen cukup lewat HP. Prediksi harga berbasis data membantu petani menentukan waktu jual terbaik.
Konsumen belanja sayur, buah, dan beras langsung dari kebunnya. Lacak asal produk sampai nama petaninya.
Jaringan kurir dengan cold storage memastikan produk tetap segar dari kebun sampai pintu rumah.
Petani dibayar maksimal H+1 setelah produk diterima. Tidak ada lagi hutang tengkulak.
Data permintaan pasar membantu petani merencanakan tanam sesuai kebutuhan, mengurangi panen terbuang.
Restoran, hotel, dan katering bisa berlangganan pasokan langsung dari kelompok tani terpilih.
Petani memasukkan hasil panen ke aplikasi. Sistem mencocokkan dengan permintaan pasar secara real-time.
Tim logistik menjemput panen di kebun dan mengirimkannya dengan rantai dingin ke konsumen.
Konsumen menerima produk segar, petani dibayar adil maksimal H+1. Lingkaran selesai.
Tiga sumber pendapatan yang saling menguatkan.
Diambil dari setiap transaksi marketplace โ jauh di bawah potongan rantai distribusi konvensional (40โ60%).
Restoran, hotel, dan katering berlangganan pasokan rutin. Diproyeksikan menjadi kontributor pendapatan terbesar di tahun kedua.
Margin dari layanan pengiriman rantai dingin, sekaligus menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru.
1.200 petani bergabung, 38.000 pesanan per bulan di 3 kota awal (Bogor, Bandung, Jakarta).
Menutup pendanaan tahap awal, ekspansi ke 45 kota, dan meluncurkan program langganan B2B.
10.000 petani mitra, gudang rantai dingin di 10 kota besar, dan fitur kredit modal tanam untuk petani.
Replikasi model ke pasar Vietnam dan Thailand dengan karakteristik pertanian serupa.
Anak petani dari Wonosobo, 8 tahun di industri supply chain pangan.
Mantan software engineer di perusahaan logistik nasional.
Berpengalaman membangun jaringan distribusi di 30+ kota.
Fokus pada model prediksi harga dan permintaan hasil tani.
"Dulu jual ke tengkulak selalu rugi. Sekarang hasil panen saya dihargai layak, dan saya tahu persis sayur saya sampai ke siapa."
"Sayurnya benar-benar masih segar, beda jauh dengan pasar. Anak saya sekarang suka makan bayam!"
"Sebagai restoran, konsistensi kualitas itu segalanya. TaniHub tidak pernah mengecewakan selama setahun ini."
Setiap petani mitra melewati proses kurasi dan pelatihan standar panen. Tim kami melakukan pengecekan kualitas saat penjemputan, dan produk yang tidak lolos standar dikembalikan tanpa biaya ke konsumen.
E-commerce biasa tetap bergantung pada pemasok dan distributor. Kami membangun rantai pasok sendiri langsung dari kebun โ termasuk logistik rantai dingin โ sehingga harga, kualitas, dan kecepatan sepenuhnya dalam kendali kami.
Kami bekerja sama dengan kelompok tani dan koperasi desa. Satu ketua kelompok dengan smartphone bisa mewakili 20โ50 petani, didukung petugas lapangan kami yang berkunjung rutin.
40% ekspansi logistik dan gudang rantai dingin, 30% pengembangan teknologi dan tim data, 20% akuisisi petani dan pelatihan, serta 10% cadangan operasional.
Gagal panen akibat cuaca. Kami memitigasinya dengan diversifikasi wilayah pasokan di 45 kota, sehingga kekurangan di satu wilayah ditutup wilayah lain, plus model prediksi panen berbasis data cuaca.
Kami sedang membuka pendanaan tahap awal dan kemitraan strategis. Tinggalkan pesan, tim kami akan menghubungi Anda dalam 1ร24 jam.